Sebuah publikasi yang baik tidak menghadirkan kebohongan atau tujuan terselubung yang menyesatkan. Publikasi bisa dikatakan cerdas jika dapat menunjukkan tujuan baiknya. Konten dinilai cerdas saat dapat menghidangkan materi/tema yang baik dengan penyajian menarik. Tanpa ada maksud mengurui, menyepelekan maupun memojokan pihak-pihak tertentu. Publikasi content cerdas akan membuat pembacanya resah.

Berikut adalah cara membuat content yang cerdas adalah :

1. Memastikan Arah dan Tujuan Konten

Sebuah konten di buat pasti mempunyai tujuan. Sisipkan tujuan content anda pada setiap publikasi. Ini baik untuk mental mental orang yang baperan.

Jika content anda menyertakan adegan aksi sertakan dengan info “dilakukan oleh ahli” atau “harus dalam pengawasan”. JIka anda cermati beberapa tayangan di tv, pada pojok bawah tentu menghadirkan info SU (segala umur), BO (Bimbingan orang-tua), OR (Orangtua) atau Remaja. Sayangnya content internet melupakan itu.

Anak kecil dengan bebas dapat melihat film remaja tanpa ada tuntunan orang-tua. Bukan mengapa, tetapi saya prihatin dan kawatir dengan perkembangan mental generasi yang akan datang jika selalu dihidangkan content kurang cerdas.

Jika anda yaitu kontributor content online, mari dengan sama kita melakukan perbaikan mental generasi dengan cuma menghidangkan content cerdas. Content cerdas yang mendidik, memberikan inspirasi, menghibur dan berikan pencerahan.

2. Cerdas dalam Memilih Materi

Trend topik yang masih tetap tinggi pemintanya di Indonesia yaitu content unik, aneh dan mistis. Sayangnya tema tinggi peminat ini jadi relatif menghadirkan info hasil rekayasa.

Ambil contoh “penampakan pocong”, “muncul sosok beda dalam kamera ponsel”. Dari bagian pandang saya pribadi itu hanya rekayasa pembuat konten untuk tujuan popularitas. Itu mungkin saja hasil manipulasi gambar.

Jika yang ditulis yaitu fiksi nyatakan kalau itu fiksi, bukan jadi melebih lebihkan menyebutkan “Fakta mengagetkan”, Saya jadi terasa geli, miris dengan content yang menyebar, parahnya sekali lagi ketertarikan orang-orang tinggi dan percaya.

Mari berfikir dan berkarya cerdas

3. Penyajian dan Pemilihan Kata

Content yang cerdas selain karena tujuan dan materinya cerdas penyampaiannya juga harus cerdas. Sebuah content publikasi mengapa bisa jadi begitu trend? Pertama bisa karena topiknya menarik, kedua karena penyajiannya.

Topiknya mengenai makhluk halus di dukung dengan gambar manipulasi, ya pembacanya makin penasaran dan tertarik untuk mencari tahu lebih. Walau sebenarnya di balik publikasi content begitu terselubung niat hanya untuk memperoleh traffic pengunjung tanpa ada peduli kualitas dan dampak mental yang ditimbulkan.

Sudah lupakan tentang content pembodohan. Dengan topik cerdas anda juga dapat buat content yang trend dan banyak pengunjung.

Kembali pada langkah penyajian, yang perlu diingat :

  1. Hilangkan gap dengan pembaca. Jadilah seakan anda dengan pembaca sedang terlibat percakapan. Ini membuat koneksi yang baik dengan pembaca.
  2. Gunakan kalimat aktif dalam mengemukakan info. Kalimat aktif berikan kesan tidak kaku dan sombong. Kalimat aktif dapat menggiring dan menarik orang agar bisa melakukan.
  3. Pemilihan kata yang tepat. Gunakan kalimat yang dapat memerkuat hubungan.
  4. Hindari pemakaian kata yang mengesankan anda lebih pintar dari yang di ajak berkomunikasi.
  5. Buat penjabaran berbentuk daftar hingga struktur content dengan mudah dipahami
Saya salah satu dari beberapa Blogger atau Webmaster yang ada di indonesia. Saya fokus di Web Design, SEO, E-Commerce Strategy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here